SI PURNA ZIAROH.

                Oleh : Drs.Muselim,M.Pd.I

Tanggal delapan bulannya Nopember tahun dua dua yang di tunggu tunggu akhirnya menjadi kenyataan . Suatu rencana dari keluarga Tali purna Semp4tik yang kala itu pernah di wacanakan  pada acara temu kangen kecil kecilan ,di suatu tempat sebut saja Sor jati. Nama Sor jati  tempat yang nyaman untuk ngopi bareng juga mencicipi kuliner lokal  Desa Gendingan yang juga lumayan nikmat masakannya. Oh ya ..ada juga lo musik karaokenya disana yang bisa sekedar untuk ber singsong ria.

Pagi kira kira jam 06.30 aku ngebel Bu Hj.Aniek " Bu..? gimana ...jadikah aku nanti di ampiri. Dari Androidnya terdengar jawaban " oh iya Pak? nanti di ampiri, ini sopirnya juga belum sambung sudah saya bel. Nanti bila sudah dekat saya khabari lagi ya...? dan di cegat saja di jalan depan Masjid .
Setelah menutup telpun sambil meneliti barang bawaan yang harus saya bawa, jangan sampai ada yang teringgal. Ku berangkat dengan sang Istri, jalan kaki menuju jalan raya ,melewati depan Masjid Al - Muhajirin. Selang beberapa menit menunggu , dari timur ku lihat mobil Haice warna putih menya lakban listing nya ke arah kiri, dalam batin itu pasti mobil yang menghampiri ku.

Betul tidak salah setelah mobil menepi dan Pak sopir membukakan pintunya, Alhamdulillah didalam mobil sudah ada Bu.Hj Sniek dan Ibu Siti. Tanpa lama lama setelah semua masuk mobil Haice putih langsung menuju ke Kelurahan Plandaan, di rumah Bu, Yupratiwi. Dimana tiga empat hari sebelum nya sudah bersepakat alias bersemayanan berkumpul di Bu Yupratiwi Utara Pegadehan Tulungagung.

Kira kira pukul 07.00 tepat mobil yang membawa saya ber empat, sudah sampai di rumah Bu Yupratiwi, ternyata diteras sudah bercengkerama yaitu Pak Budiono,suami Bu Er Er dan Pak Nur Hadi suami dari Bu Ardatin, dan ada yang bajunya persis baju yang saya pakai warna kuning kunir yaitu Pak Suntoro. Karna malam nya saya telpun " Pak Sun besuk makai baju warna kuning lengan panjang...masih ada to Pak? .Di jawab okey siap masih ada, kalau gitu besuk aku Ndak pakai Koko. 

Yang didalam Ibu Ibu sudah ngumpul, Bu Erna, Bu Ardatin, Bu Sri Hartini dan Bu Lilik istri nya Pak Suntoro. Yang terakhir datan Bu Hj.Nur khasanah, meski datang terakhir tapi membawa mbendoyot Es satu termos besar. Sebelum berangkat ternyata para Ibu sudah jalmo lompat, sudah menyiapkan sarapan pagi ,nasi yang sudah di bungkusi. Namanya sarapan kalau di makan bareng bareng rasanya pasti nikmat, apalagi bumbunya sambil bergurau dan berceloteh kesana kemari.

Wah ini yang seru dan lucu,kemarin satu peserta Ziaroh yaitu Bu.Hj.Sri Rukmiati memberitahukan " Pak Liem gimana besuk itu? saya ingin ikut dan saat ini posisi saya masih di rumahnya anakku di Surabaya?. Kemudian saya jawab " Bu....? besuk pean naik Bus saja dari Terminal Bungurasih perkirakan jam 07.00 berangkatnya, dan turun di Masjid Muldoko, setelah keluar jalan tol itu ada Masjid Besar. Bu Hj. Sri tanya lagi Masjidnya kiri jalan apa kanan jalan. Saya jawab lagi Masjidnya itu kalau dari Jalan tol pintu keluar itu di kiri jalan, nanti bilang saja pada kondekturnya turun di Masjid Muldoko, semua pasti sudah tahu.

Melihat jam sudah menunjukkan pukul 07.45 nan, semua beranjak menuju kendaraan, sambil membantu membawa persiapan bekal , nasikotak tuk makan siang, dan beberapa bungkus makanan ringan. Di sela sela gurauan keberangkatan di mulai membaca doa selamat . Begitu sampai didekat lintasan kereta api Plandaan, terdengar nada dering dari hp ku, setelah kulihat ternyata yang menilpun Bu.Hj.Sri Rukmiati,".....Hallo Pak Lim.....ini sudah nyampek mana......semua yang di mobil tertawa,hayyo di jawab piye....? Sambil rodok ngapusi saya katakan sudah nyampek Kediri. Rupa nya Bu Drirukmiati sudah nyampek Masjid Muldoko dan menunggu sudah agak lama. Bu....? Pean tunggu saja di Masjid ,sambil solat duha 14 rekaat masih nutot lo Bu.?

Setelah sampai Kediri sekitar kantor Post, ngebel lagi......sudah nyampek mana Pak Liem....? Yang di dalam kendaraan ngguyu ger geran lagi, saya jawab ( sambil agak ngapusi ) ini dah nyampek Purwoasri.....sebentar lagi nyampek. Selang 30 menit kemudian mobil yang kami tumpangi langsung masuk di halaman Masjid Muldoko. Di panggil panggilnya Bu Sri....Bu Sri.....tidak ada jawaban dari dalam Masjid. Kemudian Bu Erna yang ngebel lewat hpnya, Omma ada dimana? Aku ada di Utara jalan di warong kopi. Dilihat dari halaman Masjid memang benar kemudian Pak Sopir mengarahkan mobilnya ke sana dengan memotong jalan.

Barulah kemudian memutuskan arah ziaroh yang akan di tuju, semula tujuan pertama Mojo Agung Sayyid Syeh Sulaiman. Sehubungan waktu itu jalannya macet maka arah tujuan pertama dialihkan ke Makom Gusdur pondok Tebu Ireng Jombang.

1. Di Makom Gus Dur.
Sekitar pukul 10.30 sampai di kawasan terminal Maqom Gusdur, turun dari kendaraan tempat yang di serbu pertama yaitu toilet. Toilet di terminal Makom Gusdur di jaga petugas seorang pria, dengan ramahnya di menunjuk kan, yang itu khusus untuk wanita, dan yang ini khusus pria. Sebetulnya walau tanpa di tunjuk kan oleh petugas itu ya semua sudah pada tahu, karena di dekat pintu sudah ada gambar petunjuk. Ya sudahlah itu memang sudah merupakan SOP nya petugas di area parkiran itu.

Setelah mobil di parkiran, hampir semua bareng bareng berjalan menuju Makom Gusdur yang mana rute menuju ke Makom tersebut hampir ada 1 km, menelusuri jalan pasar yang sudah di tata sedemikian rupa.

Ada kesan yang terlihat setelah akan memasuki lorong pasar, disitu banyak sampah yang masih berserakan ,kertas ,plastik dan dedaunan yang jatuh ,rupanya masih perlu di galakkan tenaga kebersihan lingkungan, sampai temanku yang bernama Bu Erna membisiki " sayang Mbah Lim ya? kebersihannya masih belum maksimal. Kemudian aku juga mengiyakan.

Setelah memasuki lokasi Pondok Tebuireng, dimana Gusdur di makomkan, tidak lupa rombongan Tali Purna yang sudah berhadats kecil , menuju tempat tempat kamar mandi / wudhu yang sudah di sediakan di dekat Makom.

Monggo Bapak / Ibu Kito berdoa bersama di peruntukkan para Auliya' para Ulama' dan para pendiri NU diantaranya Almukaromun Mbah KH.Hadyim Asari, dan doa di khususkan ke KH.Abdur Rohman Wahid ( Gusdur ). Usai membacakan tawasul dan Tahlil serta Do'a rombongan meneruskan ke Makom Syeh Sayyid Sulaiman Mojoagung.

Kurang lebih jam sudah menunjukkan pukul 13.00 , dan setelah rombongan  sudah nyampai di lokasi Makom Syeh Sayyid Sulaiman, yang di lakukan yaitu menjambak Solat Dhuhur dan Asar di Masjid lokasi Makom. Amalan di Makom setelah bareng bareng mengumandangkan Qosidah , kemudian membaca Surat Yasin bareng bareng yang di pimpin oleh Mbah Lim.

Terakhir yang di kunjungi kita di Makom Troloyo. Kendaraan tidak mampir di parkiran umum, tetapi langsung parkir di dekat lokasi Makom. Setelan berfoto foto dan ber Selfi Selfi ria, rombongan langsung masuk kedalam Makom. Yang mana Makom Syeh Jumadil Kubro itu di sekitarnya banyak Makom Makom para Suliyak yang menyebarkan agama Islam.

Alhamdulillah program Ziaroh Tali Purna Sempatik , sudah bisa terlaksana, gayeng,guyon, bersama. Bisa makan bersama di Rumah Makan Pecel Tumpang Kediri lor dalan.





Comments

Post a Comment