UJIAN CINTA
Dalam sebuah ungkapan pernah kita dengar " malang tak bisa ditolak untung tak dapat diraih".Ibarat biduk yang ku arungi berdua sudah jauh meninggalkan dermaga, Riak gelombang dan juga batu karang cadas menghadang,juga teriknya mata hari di tengah samodra telah ku lapaui berdua. Kadang gelak tawa dan kadang ada gesekan kecil dalam mengayuh laju dan arah bidukpun terjadi, namun di rasa itu semua bagaikan selingan dan seni dalam sebuah perjalanan menuju pulau jndah di depan sana. Ketika laju perahuku hampir mencapai gisik pulau itu, tanpa adanya isarat ataupun tanda mebdadak pendamping setiaku terjatuh sakit, kontan saja sebagai nahkoda langkah pertama harus segera menyelamatkan pendamping perjalanan yang lagi lunglai. Kurengkuhnya, kupandangi raut mukanya yang sudah mulai ada tanda keriput, tangan dan jemarinya yang sudah agak kering berbeda dengan 35 tahun yang lalu. Yang ibarat buah buahan masih ranum, segar dan menggugah selera. Segera saja...