SEBUAH PERJALANAN
1. SUWAL KOLOR
Pagi itu di tahun 1967 entah harinya hari apa aku juga lupa, yang masih aku ingat sampai sekarang pada saat itu aku sedang asik asiknya bermain di undhuk undhukan pasir didepan langgar depan rumahku. Karena Bapakku seorang Modin di Desa Bono dukuh Ngipik jadi memiliki sebuah langgar yang sekarang disebut Musola Toriqul Huda.
Ditengah asiknya bermain di undukan pasir seorang diri, sekonyong konyong Pakde Mongin ayah dari Sumarno menghampiriku diajak daftar masuk Sekolah SD Bono. Tanpa pamit waktu itu lansung mengiyakan ikut Pakde Mongin pada hal aku cuma pakai suwal kolor tanpa baju, di ajak saja mendaftarkan sekola anaknya yang bernama Sumarno. usia Sumarno satu tahun lebih tua dariku.
Sambil berjalan kaki tangan kanan Pakde mongin menggandeng Sumarno, dan tangan yang kiri mengandeng tanganku hingga sampai Sekolahan, yang tidak jauh dari rumah hanya sekitar 300 meteran. Jalan kaki menuju Sekolahan pada waktu itu tidak seperti yang kita alami sekarang yang serba aspal, dulu belum ada aspal jalan desa biasa bletok dan disana sini banyak genangan air.
Setelah sampai Sekolahan seingatku di terima oleh Bapak Guru yang bernama Pak Prawoto. Pak Prawoto itu Guru yang serba bisa , tegap berwibawa dengan mengenakan seragam Guru pada waktu itu sangat menambah berwibawa, dan di segani oleh para wali murid yang mengantarkan anak anaknya pagi itu. Kemudian satu persatu di ukur tinggi badan dan di tulis nama calon murid nya dan tanggal lahirnya. Setelah nama Sumarno di catat kemudian Bapak Prawoto bertanya pada Pakde Mongin, " lha yang ini siapa anaknya siapa" ya karena daftar sekolah pada masa ku dulu tanpa persaratan yang ndakik ndakik maka aku didaftarkan sekolah juga pada waktu itu di barengkan dengan Sumarno.
Ini namanya MUSELIM anaknya Pak Modin Muridi Ngipik,tadi lagi bermain di pasir sendirian, trus saya ajak sekalian untuk sekolah. Setelah resmi didaftar sesuai penuturan Pakde Mongin yang dengan logat jawanya menyebutkan namaku Muselim pada Guru pendaftar, akhirnya nama Muselim itu tertulis di buku induk yang tidak pernah di protes atau di betulkan oleh orang tua saya. Walaupun nama yang di berikan orang tua yang asli sesungguhnya Ali Muslim. Sehingga nama Muselim menurut sejarahnya ketika didaftarkan masuk sekolah SD Yang ngantarkan di tanya Bapak Guru yang mendaftar siapa yang ini namanya....namanya MUSELIM.
Hingga sekarang nama itu tersandang , dan membawa keberkahan.
Penulis Drs.Muselim,M.Pd.I.
Lahir di Dukuh Ngipik Desa Bono, Kecamatan Boyolangu,Kabupaten Tulungagung. Jawa Timur. 27 Mei 1959.
1. Masuk SDN Bono tahun 1966 tamat tahun 1972.
2. Tahun 1973 satu tahun jualan Es lilin dan cari rumput (tidak sekolah karena tidak ada biaya )
3. Tahun 1974 masuk PGAN Tulungagung tamat tahun 1979/1980.
4.Sarjana Muda IAIN Sunan Ampel Tulungagung tahun 1980 tamat 1984.
5.S1. STIT Muhammadiyah tahun 1992.
6.S2.IAI Al- Khoziny Buduran Sidoarjo tahun 2015.
Mantab bah...
ReplyDelete