MENGENANG SEBUAH RINTISAN PERGUNU
Disebuah ruangan itu, seakan menjadi saksi, ruangan yang pada waktu itu masih hanya dilengkapi kursi dari bahan menjalin, dan meja model jengki terbuat dari kayu jati. Itu adalah ruang Kantor LP. Ma'arif yang ku ingat pada tahun 1998 an, dan sampai sekarang pun masih tetap berdiri kokoh sebagai Kantor Ma'arif Tulungagung.
Di tempat itu jauh sebelum era reformasi, sering di gunakan untuk berkumpulnya guru guru yang memiliki jiwa Nahdliyin, dari berbagai asal Sekolah dimana ia mengajar. Kalau istilah sekarang mungkin bisa di sebut tempat tongkrongannya Guru Guru yang berafiliasi dan berjiwa NU.
Bermula dari sekedar curhat, diskusi, dan nggedabrus ngalor ngidul akhirnya membuahkan sebuah gagasan untuk membuat sebuah komunitas. Yang komunitas itu kemudian yang dinamai Pergunu, meskipun hanya sayup sayup terdengar bahwa di Tulungagung dulunya juga sudah ada kumpulan Guru NU.
Namun entah siapa pengurusnya, generasi selanjutnya tidak bisa sambung, hal ini juga sangat mungkin karena kebijakan politik pada waktu itu, di awal rezim Orde baru, hampir semua organisasi yang berbau NU di curigai dan di tidurkan.
Kemudian dari teman teman kita, Guru yang dari berbagai sekolahan namun mempunyai jiwa NU, psda waktu itu nawaitu mendirikan Pergunu, walaupun Pergunu pada waktu itu, ibarat anak ayam bingung mencari induknya. Mengapa? Karena keberadasn Pergunu pada waktu Mu'tamar NU di Jawa Tengah, meskipun sudah banyak yang memperjuangkan, namun masih belum terdaftar sebagai Bsnom nya NU.
Diantara teman teman yang pada waktu itu menggagas adanya Pergunu di Tulungagung, seingat penulis adalah : Drs Suryani pada waktu itu GPAI di SMAN Kedungwaru, Drs, Abd Rouf Guru BIN di SMAN Kedungwaru, Drs Muselim Guru PAI dari SMPN4 Tulungagung, Kozin BA, Guru PAI dari SMPN 2 Kauman, yang waktu itu juga bendahara Ma'arif, Drs. H. Budianto, dan Prof Fatoni yang sekarang menjadi Jajaran Rektorat di IAIN Tulungagung.
Nahkoda atau imbrio Pergunu pada waktu itu di amanahkan pada Saudara Drs Suryani, dan Drs Muselim di tunjuk sebagai wakil. Sekretaris Saudara Drs Abd. Rouf yang sekarang menjadi Kepala SMAN 1 Boyolangu. Bendahara Bu Istiqomah dari SMAN Kedungwaru.
Kegiatan anjangsana dan pernah sekali mengadakan seminar Pendidikan, yang ditempatkan di Gedung mewah di kelurahan Kepatihan, dengan peserta dari berbagai Guru di Tulungagung.
Pernah juga waktu itu kepengurusan mengalami ke fakuman, hal ini di sebabkan di awal Presiden Gusdur, gencar gencarnya membentuk BPD pada di setiap Desa. Kebetulan juga banyak sekali dari pengurus harian Pergunu yang menjadi BPD di Desanya mading masing, sehingga hal itu sangat menyita waktu dan mengurangi frekwensi pertemuan rutin pengurus.
Dari kefakuman itu kemudian pada tahun 2008 Kepengurusan PC. Pergunu di amanahkan kepada Saudara H. Kozin M. PdI, Pada kepimpinan Bapak H. Kozin itu rupanya Pergunu sudah mulai dimasukkan dalam Badan Otonom NU secara Resmi hadil dari Muktamar NU di Makasar.
Di eranya Bapak H. Kozin ada kebijakan dan keberanian demi pelebaran sayap dan existensi Pergunu, di berangkatkanlah 52 Orang dari mading mading Kecamatan untuk menempuh kuliyah S2 di STAI Al Khozjni Buduran Sidoarjo. Dan juga dari 52 Mahadiswa STAI Al Khozini tersebut akhirnya juga ikut andil dalam berdirinys SMKNU Tulungagung. Yang kemudian Bpk. H. Kozin di amanati menjadi Kepala SMK NU Tulungagung.
Setelah itu pada bulan Desember 2018 di laksanakan Konfrensi Pergunu masa hikmat 2018- 2023 amanah berikutnya di percayakan kepada Mbah Liem.
Moga Pergunu benar benar bisa amanah, menjadi wadah Guru guru yang berjuang di bawah panji NU.
Di tulis diSekretariat Pergunu Jl. Jagung Suprapto. 6 Tulungagung 19112020.
Comments
Post a Comment