AL-KABIROH MEMPERINGATI MAULUD NABI MUHAMMAD, SAW, 1442 H

Sebut saja namanya Al-Kabiroh, ia adalah nama kumpulan atau jamaah Sholawat Dibak iyah putri, yang bermarkas di Masjid Al Muhajirin Desa Gedangsewu Kecamatan Boyolangu Kab. Tulungagung. 

Keberadaan jamah Al Kabiroh di Masjid Al Muhajirin sangat bisa memberi warna dan menambah makmurnya siar Islam ala Ahli sunah wal jamaah Annahdliyah di Gedangsewu khususnya. Disamping itu juga bisa menjadi perekat sambungnya tali silaturrahmi antar jamaah putri,  karena setiap malam selasa secara rutin terus berkumpul dan tidak jemu jemunya mereka mengadakan latihan bersama. 

Dibawah asuhan Al Ustadz Isman Hariyono,  yang berasal dari Desa Sukowiyono,  Ibu Ibu jamaah merasa nyaman dan penuh semangat,  dikarenakan Ustadz Isman Hariyono yang kesenharian pada waktu lstihan Ibu Ibu memanggilnya Pak No. 
Pada bulan Maulud 1442H atau tahun Masehi 2020 jamaah Al Kabiroh punya niatan mengadakan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW,  yang mendapat dukungan dari Ta'mir Masjid Al Muhajirin, juga dukungan dari jamaah Putra yang bernama Al Kabir. 

Sholawat diba'iyah Al Kabiroh yang di ketuai duet antara Bu Nurul Muslim dan Bu Fatkiyah Edy, duet Sekretsris Ibu Sulastri dan Bu Susi serta duet Bendahara Bu Wiwik dan Bu Rohmah Nazila, akhirnya bisa mewujudkan sebuah acara peringatan Maulud Nabi, walaupun terlihat seder hana tetapi sudah sarat dengan makna. Yang di awali beberapa lagu sholawat diba'iyah ya'ni Ssmaul husna dan ya robbi soli,  juga ada mauidzoh hasanah dan diakhiri dengan asrokol. 

Mauidzoh hasanah di isi oleh Bpk. Drs, Muslim M Pd. I yang dalam isian singkatnya beliau menjelaskan antara lain tentang bagaimana cara kita mencintai Rosulullah? di paparkan bahwa cara kita mencintai Rosul di antaranya banyak banyak bersholawat dan menyebut namanya. Karena setiap orang yang mencintai sesuatu itu pasti banyak menyebut nyebut namanya. Disamping itu juga berpesan agar kita selalu dekat pada para ulama yang benar benar ulama' yaitu para ulama yang sudah jelas mondoknya dimana ngajinya jelas kesholihannya dan memiliki kedalaman dalam  hal pengetahuan ilmu agamanya, bukan ulama  yang keras / radikal  yang simsalabim maasalah kedalaman ilmu agamanya masih di ragukan yang kadang justru malah membingungkan umat , karena mereka suka mencela membuli pada kelompok islam lainnya. Hal itu sungguh di wanti wantikan oleh pembicara agar sungguh terwujud Islam yang rohmatan lil alamiin. Bisa hidup rukun berdampingan dengan sesamanya warganya. 

Acara Maulidan kemudian di tutup dengan mahalul qiyam berdiri semua yang hadir membaca srakal yang di iringi jamaah sholawat putra dan putri. Pembacasn doa sebagai acara penghujung yang sekaligus di bacakan oleh Bpk. Drs Muselim, M. pd. I

Tepat pada pukul 21.15 rangkaian acara Petingatan Maulud Nabi selesai, di akhiri pula beramah tamah murak brekat masing masing  yang di bawanya dari rumah, dan akhirnya kurang lebih 26 orang jamash putri Al Kabiroh ber foto foto ria, atau ber selfi selfi riang gembira. Berpose bergantian dan juga membikin bumerang yang hasilnya bisa membuat orang tertawa. 

Di tulis oleh Drs. Muselim, M. Pd. I
08112020 sepulang dari Masjid hingga pukul 23.00.

Comments

  1. Alhamdulillah..bu nurul soyo asyu...abah muslim soyo baguus...

    ReplyDelete

Post a Comment